Jumat, 23 Mei 2008

SCHEMA 3.DINDING PARTISI


Sebuah ruangan memerlukan tiga elemen pembentuk yaitu lantai dinding dan atap.Fungsi dinding sebagai pembatas ruangan dapat dibedakan menjadi dua yaitu dinding yang massif dan dinding yang berfungsi sebagai partisi ruangan. Sesuai dengan namanya,sebuah partisi tidak bersifat untuk menutupi keseluruhan ruangan.


Kegunaan dari dinding partisi ini untuk membedakan atau memisahkan dua ruangan dengan fungsi yang berbeda,atau untuk membatasi pandangan dari ruangan tertentu.Misalnya membatasi pandangan ke arah wastafel,atau kamar mandi,atau ruang makan.Partisi juga dapat dijadikan sebagai penyatu antara dua ruangan yang mempunyai gaya interior yang berbeda.Caranya dengan menghadirkan partisi yang mewakili gaya interior dari kedua ruangan tersebut.


Bentuk partisi bisa bermacam-macam dengan bentuk yang variatif (transparan,atau padat dengan celah atau tanpa celah) dan terbuat dari berbagai material(pasangan batu bata,kayu,rotan,atau kaca).Dalam hal ini,partisi dapat juga dijadikan sebagai elemen dekoratif dalam sebuah ruangan.

Rabu, 21 Mei 2008

SCHEMA 2. MENDESAIN KAMAR TIDUR PRA REMAJA

Usia pra remaja atau lebih dikenal dengan sebutan abg (anak baru gede) adalah usia transisi dari usia anak-anak menuju usia remaja.Yang termasuk dalam golongan ini adalah anak-anak dengan usia 9-15 tahun.


Jika pada usia anak-anak mereka cenderung melakukan kegiatan bermain-main,maka pada usia pra remaja mereka sudah mulai mengenal hobi dan kegemaran mereka dan mulai serius dengan kegiatan yang mereka lakukan.


Merancang kamar tidur untuk usia pra remaja,berbeda dengan merancang kamar tidur untuk anak-anak atau dewasa. Mereka mulai memasukkan hobi dan kegemaran mereka sebagai identitas di dalam kamar tidur. Meskipun masih terlihat unsur kekanak-kanakannya.


Bedanya, mereka sudah mulai mengenal adanya privasi dalam ruangan pribadi ini. Dan biasanya,kegiatan bersosialisasi dengan teman-teman seusia mereka dilakukan dalam ruangan ini.Sehingga tidak salah jika mereka akhirnya membutuhkan area khusus agar acara berkumpul dengan teman-temannya bisa terwadahi. Misalnya,dengan meletakkan ranjang dengan ukuran dobel atau susun apabila sewaktu-waktu mereka hendak menginap.


Yang paling khas dalam kamar tidur abg adalah barang-barang koleksi sesuai dengan hobi dan ketertarikan mereka. Misalnya frame dengan foto-foto bersama teman-teman,poster selebriti atau bahkan boneka. Untuk itu dibutuhkan rak khusus untuk memajang atau menyimpan benda-benda koleksi ini.


Perbedaan antara kamar tidur anak perempuan dan laki-laki mulai terlihat. Pada usia ini,anak perempuan mulai mengenal kebutuhan untuk berdandan dan merias diri,sehingga dibutuhkan meja rias beserta cerminnya.


Feminitas juga mulai terlihat dalam kamar tidur anak perempuan dan maskulinitas pada kamar tidur anak laki-laki. Atmosfir ini bisa tercipta melalui pemilihan cat dinding,wallpaper atau asesoris.Untuk kamar tidur anak perempuan,biasanya dipilih warna-warna lembut seperti merah muda,ungu,atau kuning yang ceria atau hijau muda yang segar. Sedangkan pada kamar tidur anak laki-laki biasanya dipilih warna-warna yang lebih maskulin,misal hitam,merah atau biru.


Ada baiknya jika menginginkan furnitur dalam ruangan ini dapat digunakan untuk jangka yang lama,seiring dengan berkembangnya usia mereka,pilihlah furnitur dengan finishing warna netral atau kayu yang bisa dipadupadankan dengan cat,wallpaper atau asesoris sesuai dengan pemilihan tema dalam ruangan ini.


SCHEMA 1.FOYER

Foyer atau ruang penerima layaknya sebuah lobby dalam hotel merupakan area ekstra yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu yang sifatnya menyeleksi tamu di dalam rumah untuk kemudian dipersilahkan memasuki ruangan lain di dalam rumah.

Sifat ruangan ini adalah temporer dan merupakan ruang yang bersifat public.Umumnya terdapat dalam bagian rumah yang tidak memperbolehkan sembarang orang untuk memasuki ke dalam bagian rumah yang lain,misalnya ruang tamu,sebelum diterima di area foyer.

Karena fungsinya sebagai ruang penerima,maka di dalam ruangan ini jarang terdapat perabot duduk dan padanannya (kursi,meja,atau sofa).

Beberapa perabot yang biasanya terdapat dalam ruangan ini,atau bahkan sebagai penanda adanya foyer,antara lain berupa pajangan benda-benda koleksi dari pemilik rumah.Misalnya lukisan,cermin, atau asesoris tertentu yang ditata pada sebuah credenza.

Meskipun sebagai ruangan perantara atau peralihan dari ruang luar (teras) menuju bagian dalam rumah,namun tidak ada salahnya untuk menciptakan atmosfer tertentu dalam ruangan ini yang disesuaikan dengan karakter pemilik rumah dan tetap menjadikan ruangan kecil ini menjadi eye catching.

Selasa, 13 Mei 2008